Rabu, Mei 13, 2009

Al-Qur’an Bertutur Tentang Kesehatan

Judul: Al-Qur’an The Amazing Secret
Penulis: dr. Muhammad Suwardi
Penerbit: Ufuk Press
Cetakan: I, Februari 2009
Tebal: xxii + 223 hlm.
---------------------

Dalam sejarah Islam disebutkan bahwa ada seorang manusia yang tidak pernah sakit semasa hidupnya, kecuali hanya sekali, yaitu saat menjelang ajalnya, padahal kesehariannya penuh dengan berbagai tanggung jawab: Utusan Tuhan (Rasulullah), kepala negara, kepala rumah tangga, dan lain-lain.

Manusia itu bernama Muhammad. Ia tidak pernah sakit, bukan hanya karena seorang Rasul yang selalu dijaga kesehatan oleh-Nya tanpa upaya untuk hidup sehat, tetapi memang karena dirinya selalu berusaha untuk menjadi sehat. Bukankah ia juga manusia seperti kita yang perlu makan dan minum? Lantas, apa sesungguhnya rahasia beliau?

Buku ini menyebutkan bahwa inti resep beliau agar tetap sehat adalah konsep makan yang dijalaninya. Hal ini senada dengan kesaksian yang terdapat dalam sebuah kisah bahwa raja Mesir bernama Muqauqis menghadiahi Rasulullah seorang dokter. Dokter itu tinggal di Madinah. Sang dokter tidak pernah bekerja sedikit pun meskipun telah sekian lama menetap. Mengapa demikian? Sebab, tidak ada seorang pun yang sakit di tempat itu. Sang dokter merasa heran dan bertanya kepada Rasulullah. beliau menjawab, “Kami adalah satu kaum yang tidak makan sebelum lapar dan apabila kami makan tidak sampai kenyang.”

Kenyataan di atas menyadarkan Muhammad Suwardi untuk menulis buku ini. Pasalnya, ada keironisan saat melihat kenyataan saat ini bahwa banyak kaum muslimin yang tidak bisa menjaga kesehatannya, sehingga terkena banyak penyakit, padahal Nabinya begitu menjaga kesehatan. Dan, yang lebih memprihatinkan lagi adalah sebagian besar yang terkena penyakit itu masih usia produktif.

Sang penulis buku ini tahu betul kenyataan tersebut, lantaran ia sebagai dokter yang setiap hari menyaksikan hal itu. Ia mengatakan bahwa penyakit-penyakit kardiovaskular dan penyakit gangguan metabolik, seperti hipertensi, jantung koroner, stroke, kencing manis, asam urat, sampai kanker biasanya diderita boleh orang berusia lanjut. Namun, seiring kemajuan zaman penyakit-penyakit tersebut tidak lagi dimonopoli oleh mereka yang berusia lanjut, malah cenderung meningkat angka penderitanya pada usia muda atau usia produktif.

Suwardi mengajak kepada khalayak pembaca untuk belajar pada konsep dan pola makan yang diperlihatkan Rasulullah yang sejatinya merupakan pengejawantahan dari pesan-pesan Al-Qur’an. Nabi bersabda: “Panasnya buah yang satu ini (kurma) akan dihilangkan oleh dinginnya buah yang lain (melon), dan dinginnya buah yang satu ini (melon) akan dihilangkan oleh panasnya buah yang lain (kurma).” Secara alami dan medis, pola makan yang dilakukan oleh sang Nabi merupakan suatu kombinasi ideal karena berprinsip pada keseimbangan asam-basa. Tubuh akan sehat jika berada dalam kondisi seimbang. Menurunnya pH sedikit saja ke arah asam atau kenaikan pH ke arah basa akan mudah menimbulkan suatu penyakit.

Oleh karena itu, kita perlu menjaga keseimbangan asam-basa tubuh seperti yang dicontohkan Rasulullah. Beliau makan kurma yang bersifat panas sebagai asam karena mengandung banyak kalori, sedangkan melon atau mentimun yang bersifat dingin banyak mengandung air bertindak sebagai basa. Antara kurma dan mentimun atau melon saling menetralkan. Sungguh, suatu kombinasi yang menyehatkan.

“Seorang anak cucu Adam tidak pernah memenuhi satu bejana pun yang lebih jelek daripada perutnya. Cukuplah bagi seorang anak cucu Adam beberapa suap makanan yang dapat menegakkan punggungnya. Jika dia harus makan, hendaklah sepertiga (dari perutnya) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk udara,” tutur sang Nabi.

Secara medis, apabila ketiga kata kunci dalam sabda di atas dilaksanakan dengan baik maka terbukti dapat menjaga kesehatan tubuh. Menurut Suwardi bahwa ketiga prinsip ini pada intinya untuk mengurangi asupan kalori secara berlebihan. Bahwa penurunan asupan kalori akan meningkatkan sistem detoksifikasi (penawaran atau penetralan toksin di dalam tubuh). Hal ini memberi perlindungan dari kanker, gangguan daya tahan tubuh, penyakit jantung, penyakit turunan, serta dapat memperpanjang usia hidup. Sebaliknya, terlalu banyak makan akan memudahkan timbulnya radikal bebas. Radikal bebas merupakan penyebab dasar dari penyakit-penyakit kanker, kardiovaskular, dan degeneratif (penyakit turunan).

“Makan dan minumlah, tapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (Al-A’raf: 31). Larangan Allah dalam surah tersebut mengandung hikmah dan pelajaran yang berharga. Secara medis, ternyata makan dan minum yang berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan karena dapat menimbulkan berbagai macam penyakit di dalam tubuh. Penyakit karena pola makan yang salah ini disebut penyakit metabolik yang dapat diikuti dengan berbagai komplikasinya, seperti kencing manis, asam urat, hipertensi, dan penyakit-penyakit berbahaya lainnya.

Pada surah al-Jumu’ah ayat 10, kita diperintahkan bertebaran di muka bumi pada siang hari untuk mencari karunia Tuhan (baca: rezeki). Pola ini sebagai simbol fase pencernaan makanan. Pada siang hari, kita bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan kita. Dan, pada malam hari, kita diperintahkan untuk beristirahat, seperti pada surah Yunus ayat 67. Ini sebagai simbol fase penyerapan. Setelah beraktivitas di siang hari yang menguras tenaga, malam hari adalah saatnya menyerap dan charger energi untuk memulihkan sel-sel tubuh yang telah aus; mendetoksifikasi racun-racun, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar tubuh; dan selanjutnya pengeluaran pada pagi hari.

Kesimpulan dari buku ini adalah bahwa ada benang merah antara pola makan Rasulullah dengan ilmu kedokteran. Selain itu, buku ini mengajak pembaca agar meniru pola makan sang Nabi yang sejatinya beliau mengamalkan pesan-pesan Al-Qur’an. Dengan demikian, kita dapat terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat.***

M. Iqbal Dawami,
Staf pengajar STIS Magelang, hobi makan tempe dan sayur bayam

2 komentar:

yuli mengatakan...

saya setuju sekali dengan blog anda. kita harus menjalani pola makan yang sehat, karena kesehatan itu adalah aset yang termahal dalam hidup kita.

umiabie mengatakan...

Allah menyukai seorang muslim yang kuat.. Jadi tetap jaga kesehatan..